> AksaRandiAn : September 2026

September 17, 2026

rindu dan merindu (Arsip April 2019)

Aku menjamin tulisan ini tidak akan ada ujung, aku hanya akan menumpahkan apa-apa yang ada di kepala setelah pulang menghadiri sebuah acara yang diikuti dengan obrolan dengan teman-teman lama, salah satu temanku bertanya

 "Ruang kosong, apa kabar? masih suka menulis kan?" 

sudah cukup lama juga semenjak postingan terakhir, pertanyaan itulah yang mengantarku pada tulisan ini, tentang rindu menulis dan kembali.

diperjalanan pulang, kepalaku di isi oleh kenangan masa lalu, obrolan dengan teman lama memang pemantik terbaik untuk menyalakan kembali apa-apa yang telah jadi kenangan, aku larut, kemudian hanyut, gambaran masa lalu mulai menjalar ke kepala, terbitlah rindu.

dan seperti kebanyakan orang yang sedang rindu, kepalaku secara otomatis menghubungkan kejadian sekarang dengan masa lalu, saat itu kebetulan sedang hujan, jadi genangan yang membentuk kenangan kian pekat, menjelang sampai kerumah aku melewati tempat-tempat yang dulunya pernah dikunjungi, ditengah hujan,aku tertawa sendiri, berkata "aku pernah disini".

aku melewati sebuah toko kue, langsung saja sebuah nama menghampiri ingatan, seseorang yang dari dulu sampai sekarang fotonya masih ku simpan, ditempat itu pula aku pertama melihatnya, dia istimewa, yang saat ini disibukkan dengan peran baru sebagai seorang pekerja yang tempatnya berpindah-pindah, terakhir aku lihat, dia ada di Medan. Ditoko kue itu cerita tentang dongeng cinderella dan sendal jepitnya bermula, aku ingat saat kencan pertama, kau lupa memakai sepatu, hingga kita harus kembali pulang menjemput sepatumu padahal sudah setengah jalan.

selain itu, ada satu rumah sakit yang tiap kali aku lewati, aku pasti akan selalu mengingatnya, nomor kamar 510, desember, lima tahun yang lalu, dimana hatiku terenyuh menyaksikan ia terbaring sakit, jelas sekali di kepalaku, hari-hari yang berat itu, saat ia harus dirawat, menjaganya berhari-hari, ditambah lagi keluarganya yang saat itu jauh. aku tak tau dia perempuan yang sangat kuat, setidaknya itu yang terlihat. tapi jujur saja, saat itu adalah hari-hari yang selalu aku ingat jika setiap melintasi jalan ini, yang juga sering kita lewati. ah juga di sekitar jalan ini ketika ia menyetir dengan aku disebelahnya. karena waktu itu aku belum bisa menyetir mobil sendiri.
aku sampai di rumah untuk membuka lagi sebuah kotak yang pernah dia hadiahkan, yang isinya semua tentang dia, beberapa lembar foto, surat dan doa doa yang kita pernah kita semogakan. siapa sangka doa-doa yang dilangitkan sampai dengan cara yang tidak kita duga, yang berhujung dengan saling mendoakan dari kejauhan.
seperti yang ku bilang, entah kemana arah tulisan ini, aku hanya rindu menulis, dan merindukannya. sudah cukup lama juga ya kita tak saling bertukar kabar, tapi aku tau kita pasti saling mendoakan.